RM08: Ragu-Ragu untuk Taat
Ragu-Ragu Untuk Taat
Lukas 5:5 "Simon menjawab: 'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.'"
Bagi kaum muda dan orang dewasa, hari-hari sering kali berjalan melelahkan. Waktu dan tenaga habis tersita untuk mengejar target pekerjaan, merintis usaha, atau mengurus rumah tangga, namun hasil yang diharapkan tak kunjung tiba.
Ketika usaha buntu dan jalan keluar tampak tertutup, rasa ragu mulai muncul di dalam hati. Pertanyaan demi pertanyaan timbul, apakah masih ada gunanya taat melangkah di jalan TUHAN saat situasi terasa tidak masuk akal.
Pengalaman Simon Petrus memberikan arah bagi para pengikut Kristus. Ia merasa lelah setelah semalam suntuk bekerja tanpa hasil. Logika dan pengalamannya sebagai nelayan menolak untuk turun kembali ke air.
Akan tetapi, ia memilih merendahkan diri dan menundukkan akalnya pada perintah Kristus. Kebijaksanaan ini sejalan dengan Amsal 3:5 yang mengingatkan orang percaya untuk percaya kepada TUHAN dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pemahaman sendiri.
Ketaatan walau dalam keraguan adalah pintu yang membuka jalan pemulihan. Mari bawa setiap kebuntuan kehidupan ke hadapan Firman-Nya. Seperti janji dalam Mazmur 37:5, serahkanlah hidup kepada TUHAN Allah dan percayalah, maka Dia yang akan bertindak memulihkan keadaan.